Personal Thoughts

Tentang Pelecehan Seksual

Beberapa waktu belakangan ini di medsos, terutama Twitter, ramai sekali kicauan terkait pelecehan seksual. Mulai dari gerakan #metoo sampai yang terakhir adalah kasus pelecehan seksual pemain bola terhadap seorang penyanyi. Percaya atau tidak, aku sama sekali tidak pernah membaca satu artikel pun tentang kasus itu. Tidak pernah pula mencari tahu atau bahkan sekadar googling nama-nama tokoh yang terkait di dalamnya. The power of Twitter lah yang berhasil membuatku mengerti semua yang terjadi. Bahkan hanya dengan satu kali scroll, rasa-rasanya timeline sudah menjadi portal berita yang berisikan rangkuman kasus yang terjadi, lengkap dengan tanggapan unik dari para netizennya.

Jadi intinya adalah seorang pemain bola melakukan pelecehan seksual kepada seorang penyanyi. Karena tidak terima akhirnya si penyanyi menyebarkan bukti perilaku pelecehan tersebut ke publik lewat media sosial. Sejauh yang aku ketahui, ada dua cabang pendapat terkait kasus ini. Pendapat pertama, mereka yang setuju dengan sikap berani sang penyanyi untuk menyebarkan kasus ini ke media sosial. Pendapat yang kedua, mereka yang tidak setuju dengan perilaku penyanyi ini dan terkesan menjelek-jelekan penyanyi tersebut. Di manakah posisiku?

Let me tell you this. I am a woman and was a victim of sexual harassment.

Read more