diterima di SNU

 Kayaknya kalo di Korea cuma enak untuk jalan-jalan deh. Kalau untuk tempat tinggal atau tempat belajar, menurutku lebih nyaman di UK – Nilam, 22 tahun.

Masih kuingat jelas ucapanku 2 tahun yang lalu, saat sedang berbincang dengan mahasiswa lain tentang destinasi negara tujuan untuk menempuh kuliah S2.

Dulu aku begitu kekeuh, pokoknya mau ke UK aja. Kalau ditanya alasannya kenapa, ya…karena ingin aja. Mungkin dalam hati terdalam, supaya keren gitu kali ya. Masa studinya juga setahun, relatif cepat. Tapi yaa manusia boleh berencana, tetap Allah yang menentukan. Alhamdulillah ‘ala kulli hal, 2 tahun setelah pernyataan itu, Allah menakdirkanku untuk berkuliah di negara yang dulu kusebut “cuma enak untuk jalan-jalan”, yaitu Korea Selatan.

Aku diterima menjadi mahasiswa program master di Seoul National University, Korea Selatan untuk semester fall tahun ini. SNU merupakan universitas terbaik di sana dan termasuk 50 besar universitas terbaik dunia menurut QS University Ranking (diri ini juga masih tidak percaya bisa diterima di kampus se-kece ini). Aku mengambil jurusan Management Information Systems, sejalan dengan jurusan S1-ku. Bedanya, di SNU jurusan ini di bawah College of Business Administration (yang mana masuk ke humanity dan social sciences) sedangkan di UI jurusan Sistem Informasi berada di bawah Fakultas Ilmu Komputer.

Kenapa akhirnya bisa pindah haluan?

Tidak sedikit dari teman-teman menebak bahwa aku memilih Korea sebagai negara tujuan S2 karena ingin fangirling di sana, nonton music bank, fansign, dan sebagainya. Jawabannya adalah BIG NO YA GUYS (sampe capslock kan tuh). Alasan sesungguhnya aku memilih Korea adalah karena score tes IELTS-ku tidak bisa dipakai untuk daftar universitas manapun di UK. Hahaha. Sebenarnya bisa tinggal re-take saja, tapi diri ini begitu malas untuk belajar lagi dan tidak dapat ikhlas mengeluarkan 3juta yang kedua kalinya untuk daftar tes IELTS.

Setelah mengubek-ubek segala macam universitas di berbagai negara, akhirnya aku memilih Korea Selatan sebagai destinasi negara S2-ku. Selain karena nilai IELTS ku cukup, universitas di negara ini juga menawarkan banyak beasiswa. Dari sekian banyaknya universitas, SNU memang sudah mencuri perhatianku sejak awal.

Di fase kehidupan ini aku belajar benar bahwa, jodoh itu takkan kemana, rezeki tidak akan pernah tertukar. Dari awal aku sudah menetapkan SNU sebagai universitas yang akan dituju. Namun dalam perjalanan ikhtiar S2-ku yang dimulai sejak awal tahun 2017, aku baru mendaftar SNU di tahun 2018. Entah kenapa, jalannya selalu saja dibelokkan. Contohnya, saat daftar LPDP, universitas tujuanku adalah Korea University, bukan SNU. Lalu setelah gagal di LPDP, bukannya mengambil kesempatan mendaftar SNU, malah daftar KAIST. Tentu di balik itu semua ada alasannya.

Baru di tahun 2018 aku daftar SNU dengan berbagai cara yang tersedia. Hmm hanya ada 2 cara sebenarnya, yaitu daftar dengan beasiswa KGSP via embassy dan daftar langsung universitas dan beasiswanya. Alhamdulillah rezeki-ku ada di cara yang kedua. Aku masuk SNU menggunakan beasiswa Silk Road Scholarship yang diberikan dari universitas. Semoga prosesnya bisa kutuliskan di tulisan selanjutnya yaa.

Sekilas tentang Silk Road Scholarship. Silk Road Scholarhip adalah beasiswa dari SNU dan SBS Foundation yang diperuntukkan bagi mahasiswa internasional yang berasal dari negara-negara jalur sutra. Hanya dibuka saat pendaftaran fall semester saja untuk mahasiswa yang mendaftar di jurusan humanities and social sciences dan hanya menerima total 5 orang mahasiswa dari negara-negara tersebut. Aku juga tidak sangka bakal diterima beasiswa ini. Allah Maha Baik. :”)

Doakan semoga aku bisa menjalani kehidupan perkuliahan dengan lancar di sana selama 2 tahun, bisa lulus tepat waktu, dan bisa selalu istiqomah meluruskan niat dan hati. :”)

Bonus gambar: Certificate of Acceptance (CoA) SNU

certificate of acceptance snu