wisuda fasilkom

Aku minta kepada Allah untuk menjadikan wisuda dua hari kemarin berkesan, dan Allah mengabulkannya.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikanku waktu, umur, dan kesempatan untuk merasakan nikmatnya menjadi wisudawan. Momen wisuda Fasilkom adalah momen yang paling aku tunggu dari semenjak aku maba. Apalagi waktu Pak Dibyo bilang ‘saya tunggu kalian untuk berada disini 4 tahun lagi’ ke mahasiswa baru 2012 silam, aku berasa mau langsung ambil semua matkul terus lulus.

Rasanya baru kemarin menyanyikan serangkaian lagu wajib wisuda di balairung sebagai mahasiswa baru. Tanpa terasa, sekarang sudah merasakan jadi yang dinyanyikan mahasiswa baru. Hehehe.

Karena momen wisuda Fasilkom ini sangat aku tunggu, maka dekat-dekat dengan momen ini aku selalu berdoa kepada Allah untuk menjadikan wisudaku berkesan, tidak ada kesedihan, tidak ada kekhawatiran, atau perasaan negatif lainnya. Doa ini aku panjatkan sampai pada tanggal 25 Agustus 2016. Dan benar saja, momen wisuda di 25 Agustus itu sangat berkesan! Tidak hanya untukku, tapi juga untuk orang tuaku. Aku berkesempatan untuk maju ke podium sebanyak 3 kali, saat yang lain hanya maju 1 atau 2 kali.

Maju pertama kali untuk menerima tabung ijazah. Aku senang sekali saat namaku dipanggil beserta dengan judul skripsiku –yang menurutku lumayan keren walaupun isinya ya gitu-gitu aja haha. Kemudian maju kedua untuk menerima medali sebagai mahasiswa dengan IPK (alhamdulillah) cumlaude. Qadarullah, di semester ini IPK ku menjadi yang tertinggi di jurusan Sistem Informasi. Ini karena yang IPK-nya lebih tinggi dari aku sudah lulus duluan semester lalu haha. Yang terakhir, aku maju lagi karena menjadi peraih nominasi ‘Termahasiswa’ di angkatan 2012 Fasilkom.

Tak selesai sampai situ, setelah selesai acara wisuda Fasilkom, I received so much love and gifts from others! The most epic one is fromBukalapak!! Mereka mengirimkanku karangan bunga besar dan diletakkan di depan pintu masuk Ballroom Bumi Wiyata. Aku jadi punya spot foto sendiri untuk wisuda fakultas hehehe

Intinya….wisuda hari pertama itu menyenangkan dan mengesankan. Dan kemudian dari sinilah cerita wisuda hari kedua dimulai.

Aku merasa wisuda Fasilkom hari pertama sangat sukses dan membuatku percaya diri bahwa Allah benar-benar memberikan yang terbaik untukku. Aku terlalu percaya diri, jika tidak mau disebut sombong, bahwa Allah sudah mengabulkan doaku. Akhirnya dimulai solat maghrib pada tanggal 25 Agustus itu, aku tidak berdoa lagi untuk kelancaran wisudaku esok harinya. Aku benar-benar angkuh berpikir Allah sudah menerima doaku dan tak perlu lah berdoa lagi untuk itu.

Hari kedua wisuda pun tiba, yaitu wisuda UI. Dan benar saja, Allah masih mengabulkan doaku, untuk menjadikan wisudaku berkesan. Namun dengan cara lain. Qadarullah, HP ku hilang saat masuk ke dalam balairung. Saat itu kondisinya sangat chaos, penuh, padat wisudawan dan keluarganya yang juga ingin masuk ke dalam balairung. Aku tak tahu apakah HP itu jatuh atau berpindah tangan. Tiba-tiba hilang begitu saja. Kondisinya saat itu adalah aku harus menghubungi orangtuaku yang belum datang ke balairung dan juga berkomunikasi dengan teman-teman luar universitas yang ingin datang bertemu denganku.

Saat itu aku panik sekaligus sedih. Bagaimana tidak, foto-foto wisuda hari pertamaku ada di HP itu semua. Belum ada back-up sama sekali. Kalau HP itu tidak bisa ditemukan, otomatis foto-foto ku hilang semua :”) Beragam ikhtiar sudah aku lakukan, dari cara manual sampai cara canggih yaitu tracking android device. Tapi hasilnya nihil. HP ku tidak bisa diketahui lokasinya karena mati (atau dimatikan).

Saat itu juga prosesi wisuda UI akan dimulai. Dalam keadaan sedih, aku harus tetap mengikuti jalannya acara dengan khidmat. Di sesi menyanyikan lagu Mengheningkan Cipta aku menangis. Menangis karena aku sadar bahwa ini semua salahku. Aku sadar bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Menangisi diri yang terlalu sombong terhadap pencipta-Nya. Sekaligus bersyukur bahwa Allah sudah menyadarkanku dari kesombongan diri. Menangis meminta ampunan kepada Allah dan memohon pertolongannya untuk menyelesaikan masalah yang sedang aku hadapi.

Selepas lagu, aku menenangkan pikiranku. Menyusun segala strategi yang akan aku lakukan selepas wisuda untuk mencari lagi HP-ku yang hilang. Aku membuang kesedihanku agar wisuda di hari kedua ini tetap menyenangkan seperti hari pertama. Masalah foto yang hilang? Aku menghibur diriku sendiri dengan mengingat bahwa ada beberapa foto yang masih ada di teman-teman yang lain.

Alhamdulillah ‘alaa kulli haal.

Setelah acara selesai, aku langsung ke Science Park untuk menemukan teman-teman yang datang, mencari dengan mata sendiri tanpa berkomunikasi via gadget. Alhamdulillah, aku bertemu dengan beberapa teman-teman disana.

Ya, pada akhirnya HP-ku benar-benar hilang dan tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang. Tapi yang pasti, aku belajar banyak hal dari dua hari wisuda kemarin. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah juga Maha Mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Allah telah memberikanku pelajaran berharga, tidak hanya mengingatkanku atas kesombongan, tetapi juga hal lain seperti bagaimana caranya untuk terus bersyukur di dalam keadaan sempit agar keadaan sempit tersebut tetap berasa lapang dan tidak menjadi beban di pikiran. All praise is to Allah.